Pensiun PNS, POLRI dan TNI Akan Dihapus?

Sumber Foto : wisbenbae.blogspot
Indikator Rezim SBY Panik Soal Keuangan
Sumber terpercaya kami di DPR RI menyebut Pemerintah / Menteri Keuangan sedang merencankan menghapus program pensiun bagi pegawai negri,TNI dan POLRI. Biaya pensiun PNS,TNI dan POLRI menurut pemerintah / Menteri keuangan dianggap membuat kondisi keuangan negara beresiko. Ini agenda terbaru efisiensi ekonomi yang sedang didengungkan oleh antek-antek neolib di pemerintahan.
Analisis / Tanggapan:
1. Mantan Presdir sebuah BUMN
Yang saya ketahui adalah pensiun akan dihilangkan dan diganti dengan pembayaran "lumpsum", yaitu pembayaran suatu jumlah tertentu pada saat pensiun, ini diterapkan Amerika, tapi harus diingat, di negara tersebut jaminan kesehatan telah sempurna dan pensiunan yg dinamakan "senor citizen" kalau berpergian hanya bayar 50%
Di eropa, sistem pensiun masih diterapkan, di Indonesia sistem pensiun merupakan pelaksanaan dari "azas kekeluargaan" sebagaimana diamanatkan dlm UUD. Rasanya, kita terlalu terburu buru, lihat di Singapura, dana pensiun masih ada namanya CPF, (Central Profident Funds), dan memiliki dana yg sangat besar, pendekatan itu lebih baik.
Dirikan dulu semacam CPF di indonesia, dan CPF tersebut mengakusisi dana pensiun yang ada di negeri ini. bisa saja menggunakan Jamsostek sebagai core dalam program ini.
2. PNS Senior
Ini bukan soal panik, tapi masalah pemahaman Menkeu, Agus Martowardoyo. Sejak dia dilantik sudah ada wacana pensiun PNS diganti pesangon seperti swasta skaligus juga moratorium pengangkatan PNS. Ini karena kurangnya pengetahuan dia tentang sistem administrasi negara, yg dia lihat seperti sesimple ngurusin bank.
Tapi akhirnya dia buka juga tahun ini 14.000 PNS. Seperti renumerasi, prioritas pada Kemenkeu, sebagai cashier negara menganggap mereka lebih penting dari kementerian lain, yang keringatnya lebih banyak dari cashier. Jadi Menkeunya yg bingung?
3. Mr.DC (Pernah di Bappenas)
Di era pemerintahan Presiden Soeharto paling tidak ada 3 komponen yang memotong gaji PNS dan ABRI, yaitu: asuransi dana pensiun, asuransi kesehatan, iuran koperasi serta ada 1 komponen untuk Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Jika pengelolaan dana-dana ini dilakukan secara transparan dan akuntabel mestinya kebijakan penghapusan pensiun bukan dilakukan oleh pemerintah, tetapi oleh lembaga pengelola dana itu.
Yang menjadi permasalahan adalah, selama dana pensiun dan tentu saja kesehatan (karena tidak setiap saat dan setiap orang sakit) dikumpulkan oleh lembaga pengelola kemana saja alokasi dana itu dimanfaatkan atau digunakan?. Apabila kita menggunakan prinsip opportunity cost dalam ekonomi mestinya dana2 itu tidak hanya mengendap di rekening lembaga pengelola dan hanya memperoleh bunga saja dari hasil iuran PNS dan ABRI yg berjumlah hampir 4 juta orang. Namun begitu, dengan bunga pun hasil dari iuran itu tentu sangat tumbuh dan berkembang, Jika 4 juta orang itu masing2 menyetor Rp. 1.000 setiap bulan, maka sebulan terkumpul sebesar Rp 4 milyar, setahun Jika dihitung tanpa bunga sudah menjadi Rp 48 Milyar.
Jumlah ini tentu akan lebih besar apabila dana2 itu diinvestasikan dalam bentuk portofolio. Jika ini dilakukan, maka kebijakan Menteri Keuangan perlu dipertanyakan? Apalagi dana2 itu tidak dipisahkan dari APBN itu lebih fatal dan itu terjadi mismanagement serta kemungkinan adanya unsur korupsi dalam pengelolaan dana tersebut.Kebijakan Menteri Keuangan ini tentu saja menimbulkan kecurigaan kita
Ada 22 Komentar Untuk Artikel Ini
hj.hartutik,spd
07 Mei 2013 - 13:58:11 WIB
saya sangat setuju dengan uang pesangon, sebab setelah pensiun kita bisa mengembangkan usaha. serta kami menganjurkan utk mengusut pemotongan dana pensiun yg macam2 itu. klo perlu KPK harus segera bertindak demi kesejahteraan para pensiunan yg dulunya sdh membanting tulang demi nusa dan bangsa ini.
10 Apr 2013 - 19:49:08 WIB
ya laporkan saja sama kpk tentang uang uang pns /tni dan polri yang dipotong oleh yang konon untuk kesejahteraan para pensiunan.kalau perlu suruh audit dulu dana dana para pns /tni/polri sejak adanya program pemotongan oleh pemerintah sampai sekarang .yang konon untuk kesejahteraan pensiunsn tsb.
09 Mar 2013 - 16:25:58 WIB
mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu”.
Padahal ternyata tanpa
20 Feb 2013 - 19:37:27 WIB
untuk hidupnya sehari-hari, biaya pendidikan dan sebagainya beralih tanggungjawabnya dari orang tua asal kepada orang tua angkatnya berdasarkan putusan
http://goo.gl/tx5Fw 06 Feb 2013 - 15:19:48 WIB
Selain itu, tertawa juga bisa menurunkan tekanan darah, memperlancar aliran darah, melemaskan otot-otot yang tegang,
http://jkwi.blogspot.com/ 02 Jan 2013 - 15:00:37 WIB
Wah ini namanya baru adil, PNS yang selama ini hanya menggantungkan ke uang pensiun, kerja nyant**, gak ada beban kerjaan / maklum bukan profesional. Maka saya mendukung sistim uang tolak alias uang pesangon. Maka kalau gitu status gak beda jauh dengan pegawai swasta.............Dukung UU ASN........
18 Des 2012 - 16:43:35 WIB
oke banget
16 Des 2012 - 06:18:56 WIB
semoga saja tidak
15 Des 2012 - 17:24:50 WIB
wah sayang seklai
11 Des 2012 - 15:31:17 WIB
wah sayang juga neh
Dino
28 Nov 2012 - 20:58:02 WIB
Lho, gimana sih. Kan setiap personil militer / TNI, sdh dipotong sejak gaji pertama, untuk dana pensiun. Tentunya itu disimpan, ke pundi2 Asabri, sebagai semacam dana abadi.Lha kok sekarang mengganggu APBN. berarti kan`dana potongan gaji Prajurit dan PNS, sebagai dana cair dipakai oleh negara. Enak dimakan setelah, mau bayar katanya tak ada uang. Padahal dulu ada dana koperasi, dana gaji 13, yang disimpan. Kok memang lidah tak bertulang kalau jadi pengausa negara, ya.
Dino
28 Nov 2012 - 20:58:02 WIB
Lho, gimana sih. Kan setiap personil militer / TNI, sdh dipotong sejak gaji pertama, untuk dana pensiun. Tentunya itu disimpan, ke pundi2 Asabri, sebagai semacam dana abadi.Lha kok sekarang mengganggu APBN. berarti kan`dana potongan gaji Prajurit dan PNS, sebagai dana cair dipakai oleh negara. Enak dimakan setelah, mau bayar katanya tak ada uang. Padahal dulu ada dana koperasi, dana gaji 13, yang disimpan. Kok memang lidah tak bertulang kalau jadi pengausa negara, ya.
28 Nov 2012 - 14:51:38 WIB
wah, nilai matematika pak menteri dan penyelenggara negara berapa ya? jangan sampai dirugikan dong para pegawai apalagi guru yg stiap saat mencerdaskan kehidupan bangsa ini. telah lama mengabdi tanpa pamrih. sudah ikut kuliah menghabiskan waktu ,tenaga dan uang. putranya sampai tidak kebagian. tolong pesangon yang baik. hitung secara matematik. termasuk asuransi kes. dll.
01 Nov 2012 - 15:26:54 WIB
Yang saya dengar dari teman sesama PNS ya setuju sekali karena dengan pesangon dengan jumlah yang "manusiawi" atau 10 digit akan menambah semangat kerja saat berdinas dan merancang usaha setelah pensiun sehingga saat pensiun masih memiliki kegiatan yang akan menstimulasi kerja otak dan tenaga agar tetap survive. Jadi walaupun sudah pensiun tetap semangat, apalagi jika hutang2 bisa terlunasi. Kami tunggu janji Pemerintah...
hamba allah
01 Nov 2012 - 13:46:55 WIB
Setuju tapi jgn ngomong doang,tpi harus ∂ï tindaklanjuti.
22 Okt 2012 - 00:35:58 WIB
Terima kasih banyak atas artikel ini... sangat bermanfaat...
Mas Habib
21 Okt 2012 - 22:48:02 WIB
Pikirkan matang-matang sebelum membuat kebijakan!!!!
hengki
19 Okt 2012 - 09:51:47 WIB
sy setuju apa yg dlakukan pemerintah menghapus pensiun mungkin itu jalan terbaik pemerintah,namun perlu dcatat pemerintah jgn hax mengurus pegawai negeri saja yg bukan pns tolong dperhatikan juga krna sama2bayar pajak k negara.
17 Okt 2012 - 19:51:45 WIB
bagi kami kebijakkan ini baik, bila uang pengganti peniun yang di bayar sekaligus ( sampai batas usia orang 70 ), karena yang kami lihat sekarang pengambilan pensiun banyak yang sisa pensiun tinggal sedikit (utk ambil bank), sedangkan mereka yang masih utuh adalah orang yang masa aktipnya bisa mengumpulkan dana ( dari hsl korupsi ).
didi
16 Okt 2012 - 10:28:37 WIB
untuk yg sudah dpt pensiunan tiap bulan,itu bagaimana,apa mau hapus juga?
wong cilik
12 Okt 2012 - 10:45:36 WIB
bukti nyata pemerintahan SBY tdk mampu mengurusi negara dan keuanganya. dan yg jelas bukan hanya masalah ini saja tp hampir semua masalah. jadi yg terjadi adalah membuat solusi yg malah menghawatirkan rakyat dan membahayakan bangsa
Kabul Santoso
11 Okt 2012 - 21:35:06 WIB
setiap kebijakan pasti ada kelebihan dan kekurangannya, begitu juga wacana tentang pesangon pensiunan, bagi yang usianya masih relatif muda (khususnya yg pensiun dini)dan sudah merintis usaha tentu hal ini akan disambut dengan suka cita karena dana pensiun bisa digunakan untuk memperbesar usahanya, tp bagaimana dengan mereka yg belum punya usaha, usia sudah renta, sakit2an dan ditambah lg anak2nya belum mapan, tentu ini merupakan malpetaka, betul? Usul sy gmn jika ortunya suruh pensiun dini tp anaknya diangkat jd pns, oke nggak? satu lg pertanyaan kmn taspen sy?